7 Tips Mengatur Keuangan Lebaran Di Tengah Pandemi Corona

keuangan saat lebaran

Keuangan Lebaran – Saat ini hari raya idul fitri adalah salah satu momen yang selalu dinanti oleh seluruh umat islam di dunia. Ditambah lagi dengan banyaknya tradisi yang dilakukan oleh masyarakat saat momen lebaran ini, seperti halnya berkumpul bersama sanak keluarga hingga membagikan uang THR kepada saudara.

Walau begitu, ada hal yang harus diperhatikan saat momen lebaran, salah satunya adalah masalah keuangan. Untuk itu kamu harus perhatikan bagaimana cara mengendalikan pengeluaran saat lebaran, agar keuangan anda tetap terjaga setelah melewati momen lebaran.

Baca Juga: Dua Provinsi Dengan Peringkat Ekonomi Tertinggi Di Kalimantan

1. Sisihkan Gaji Di Awal

Gaji pertama yang kalian terima pasca hari raya perlu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembalikan stabilitas kondisi keuangan. Hal yang perlu kalian lakukan adalah menyisihkan sebagian porsi gaji untuk ditabungkan. Selain itu, kalian juga perlu mengalokasikan dana untuk melunasi utang yang mungkin bertambah untuk menutupi pengeluaran selama Lebaran.

Apabila kalian tidak segera menyisihkan penghasilan, tanpa sadar uang tersebut dapat langsung habis untuk dibelanjakan barang-barang yang belum tentu kalian perlukan. kalian juga dapat mencari penghasilan tambahan untuk menambah tabungan dan melunasi utang.

2. Lunasi Pinjaman Terlebih Dahulu

Untuk memenuhi keperluan di hari raya, beberapa dari kalian mungkin mengajukan pinjaman ke bank. Hal ini dapat menyebabkan bertambahnya beban keuangan di kemudian hari untuk melunasi utang tersebut. Terlebih mungkin sebagian orang mengajukan pinjaman ini tanpa memprediksi kemampuannya untuk melunasi pinjaman tersebut.

Apabila ternyata kalian tidak sanggup membayarkan utang tersebut, kalian dapat mencoba menegosiasikan utang kartu kredit atau KTA yang anda miliki kepada pihak bank. Cara ini dapat memberi kalian kemudahan dan keringanan dalam melunasi utang anda. Dengan segera membebaskan diri kalian dari utang, kalian dapat kembali menstabilkan kondisi keuangan.

3. Tetapkan Pengeluaran Harian

Kalian juga harus menetapkan berapa biaya yang boleh dikeluarkan. Misalnya, setiap hari kalian menetapkan Rp60.000 untuk kebutuhan belanja. Terapkan rencana biaya itu dengan konsisten. Jika kalian terbiasa mengambil uang dalam jumlah besar, segera pisahkan uang yang akan kalian gunakan tersebut.

Ingat jangan bawa uang lebih banyak dari yang kalian butuhkan karena membuat kalian jadi lebih mudah terbiasa hidup boros. Biasakan diri kalian menggunakan uang secukupnya. Jangan sesekali tergoda untuk melanggarnya ya.

4. Tunda Belanja Hal Yang Tidak Perlu

Untuk sementara waktu, tunda belanja barang-barang yang tidak kalian butuhkan atau masih dapat ditunda. Dalam situasi krisis pasca Lebaran seperti ini, menahan diri dari godaan belanja barang-barang yang kalian suka, namun tidak terlalu dibutuhkan sangat disarankan. Bersabar sampai keuangan kembali normal seperti sedia kala.

Selain itu cobalah untuk melakukan detoks kartu kredit. Kebutuhan belanja yang meningkat pada bulan Ramadan biasanya mengakibatkan seseorang juga menggunakan kartu plastik tersebut untuk berbelanja. Maka dari itu, jangan menambahkan total utang lagi ke dalam kartu kredit yang kalian miliki, agar tidak semakin kesulitan saat akan melunasi tagihan.

5. Pantau Keuangan Kalian

Menstabilkan keuangan sama seperti mengobati orang sakit. Jika sakit kalian harus lebih dulu memeriksakan kondisi tubuh untuk tahu bagian mana saja yang harus diobati. Begitupun dengan keuangan kalian yang sakit pasca Lebaran. Jadi periksa kembali pengeluaran-pengeluaran apa saja yang dapat kalia batasi selama sebulan.

Jangan lupa untuk pisahkan antara kebutuhan menurut waktu pemenuhannya, antara kebutuhan yang mendesak dengan kebutuhan yang dapat ditunda. Buat daftar dan catat apa saja yang dapat dilakukan untuk menyehatkan kembali keuangan kalian.

6. Rombak Kembali Anggaran

Menyusun kembali anggaran pengeluaran juga merupakan salah satu cara yang dapat kalian lakukan untuk menyehatkan kembali keuangan pasca lebaran. Kalian bisa memulainya dengan melakukan satu hal, yaitu membatasi pengeluaran bulanan yang selain kebutuhan sandang dan pangan.

Cari tahu mana yang bisa dikurangi pengeluarannya atau bahkan tidak perlu dipenuhi lagi karena tak terlalu penting. Sisa dana dari penghematan itu dapat kalian gunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti uang makan atau transportasi bekerja.

7. Kurangi Jumlah Pengeluaran

Jika kalian lebih sering makan siang di luar kantor, coba untuk mulai membawa makanan dari rumah. Bangun lebih awal agar kalian sempat membuat sarapan serta bekal makan siang yang akan dibawa ke Kantor. Hal ini tentu saja dapat menolong keuangan usai merayakan Lebaran.

Jika kalian menggunakan kendaraan pribadi, untuk sementara ini coba untuk naik kendaraan umum guna menekan biaya bahan bakar yang harus dikeluarkan. Pasalnya membeli BBM untuk kendaraan pribadi tidak cukup hanya satu atau dua liter, pasti lebih dari itu dengan total pengeluaran bisa ratusan ribu rupiah.

Baca Juga: 5 Cara Mengelola Keuangan Keluarga Yang Harus Dilakukan Orang Tua

Itulah tadi beberapa tips keuangan selama bulan selama lebaran dan di tengah pandemi corona. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi kamu seputar keuangan.

Sumber: Wowkeren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *