Faktor yang Dapat Memengaruhi Kurs Valuta Asing

Faktor yang Dapat Memengaruhi Kurs Valuta Asing – Valuta asing atau biasa disingkat menjadi valas merupakan mata uang yang diterima dan diakui sebagai alat pembayaran sah dalam perdagangan internasional.

16. Faktor Yang Mempengaruhi Kurs Valuta Asing 1024x614 - Faktor yang Dapat Memengaruhi Kurs Valuta Asing

Atas dasar definisi tersebut, valas biasa dikenal sebagai mata uang sebuah negara yang berperan besar dalam perekonomian negara terkait. Berbagai macam valas di antaranya yuan, yen, won, dolar, poundsterling, euro, ringgit, peso, dan masih banyak lainnya.

Mengkutip dari http://impreglon-baltimore.us/ Nilai tukar atau kurs valas pun bisa berbeda-beda setiap harinya. Hal tersebut lantaran beberapa faktor yang sanggup memengaruhinya. Berikut ini 4 faktor yang dapat memengaruhi kurs valas.

1. Inflasi

Faktor pertama yang dapat memengaruhi kurs valas adalah inflasi. Secara sederhana, inflasi diartikan sebagai kenaikan harga barang atau jasa di sebuah negara dan ini bisa jadi salah satu faktor yang mampu membuat kurs valas menguat atau melemah.

Melansir dari http://162.241.118.60/ Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus. Jika harga barang dan jasa di dalam negeri meningkat, inflasi mengalami kenaikan.

Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Inflasi mesti dijaga dalam level yang tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Jika terlalu tinggi, inflasi akan menekan daya beli masyarakat, sedangkan jika terlalu rendah maka inflasi membuat pedagang enggan menaikkan harga dagangannya.

2. Minat konsumen

Faktor kedua yang dapat memengaruhi kurs valas adalah minat konsumen. Jika konsumen menyukai sebuah produk dari suatu negara, maka negara tersebut bakal melakukan banyak ekspor untuk memenuhi minat konsumen.

Hal itu kemudian membuat permintaan terhadap mata uang negara tersebut meningkat lantaran negara lain mesti membayar biaya impor. Di sisi lain, kecenderungan konsumen membeli produk dari sebuah negara juga akan meningkatkan angka impor negara itu. Imbasnya, kurs mata uang negara yang melakukan ekspor akan naik terhadap kurs mata uang negara pengimpor.

3. Pendapatan masyarakat

Faktor ketiga yang mampu memengaruhi kurs valas adalah pendapatan atau income masyarakat. Semakin tinggi pendapatan masyarakat, maka semakin tinggi pula daya belinya. Semakin tinggi daya beli, maka transaksi alias pertukaran uang akan semakin sering terjadi.

Hal itu secara langsung membuat permintaan akan sebuah komoditas, baik barang maupun jasa juga akan meningkat. Dengan demikian, produksi lebih banyak diharapkan dapat memenuhi permintaan tersebut. Komoditas barang atau jasa yang mengalami permintaan pun tak selamanya datang dari dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri.

Jika dari luar negeri, maka mau tak mau sebuah negara harus melakukan impor dan itu tentunya bakal diikuti dengan meningkatnya permintaan terhadap valas.

4. Kenaikan tingkat suku bunga

Faktor keempat yang dapat memengaruhi kurs valas adalah kenaikan tingkat suku bunga. Jika sebuah negara menaikkan suku bunganya, maka hal tersebut dapat memancing negara lain untuk memasukkan mata uangnya ke negara yang menaikkan suku bunga tersebut.

Kenaikan tingkat suku bunga biasanya menjadi sebuah trik sebuah negara untuk mengundang negara lain menanamkan modalnya di negara tersebut. Dengan demikian, uang atau modal dari mereka bisa masuk dan menguatkan nilai tukar mata uang lokal.