Pasar Saham Terguncang, Jam Perdagangan Bursa Dipangkas

pasar saham terguncang

Pasar Saham Terguncang – Otoritas Jasa keuangan pada hari ini (25/03/2020) menyatakan jam perdangan (BEI) dipangkas hanya sampai pukul 15.00 WIB.  Mulai perdagangan awal pekan depan, Senin, 30 Maret 2020 hingga waktu yang diumumkan selanjutnya oleh otoritas pasar mobal ini.

Bahkan kepada Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK, Yunita Linda Saru juga sampaikan perubahan jam perdangan ini.

Dengan mempertimbangkan kondisi pasar saham yang mengalami tekanan yang dipengaruhi oleh pandemi virus corona atau COVID-19 dan penyesuaian jadwal kegiatan layanan operasional dan layanan publik Bank Indonesia. Khususnya pemendekan jam operasional Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS).

Baca Juga: IHSG Drop 5%, Tapi 5 Saham Ini Malah Ramai Diborong Asing

Jika kita mengacu dari data BEI sejak awal tahun ini, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) sudah terkoreksi 37,49%. Dimana mayoritas bursa saham di Asia Tenggara juga terkoreksi, seperti Filipina dengan pelemahan 38,91%, Thailand melemah 34,37%. Sedangkan Malaysia dan Singapura melemah masing-masing 26,71% dan 18,73%.

Arus modal asing keluar karena aksi jual investor inilah yang menyebabkan tekanan di bursa saham regional dan global.

“Berkenaan dengan hal tersebut kepada Bursa Efek Indonesia diperintahkan melakukan pemendekan jam perdagangan di Bursa Efek dan di Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA), serta pemendekan waktu pelaporan di Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE),” kata Yunita, dalam surat edaran, dikutip Rabu (25/3/2020).

Dengan demikian, waktu perdagangan di Bursa Efek dari hari Senin s/d Jumat yakni:

  • Sesi I: jam 09.00 sd 11.30
  • Sesi II: jam 13.30 sd 15.00.

Adapun waktu perdagangan SPPA menjadi jam 09.00 s/d jam 15.00 dan waktu operasional PLTE menjadi jam 09.30 s/d jam 15.30.

Yunita melanjutkan, pemangkasan waktu perdagangan transaksi bursa akan berpengaruh terhadap proses penyelesaian di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (PT KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT KSEI).

“Maka kepada PT KPEI dan PT KSEI diperintahkan melakukan penyesuaian waktu proses penyelesaian dan kegiatan operasional lain dalam hal dibutuhkan,” paparnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan BI menetapkan penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik. Berlaku sejak 30 Maret – 29 Mei 2020 (masa berakhirnya masa tanggap darurat yang ditetapkan oleh Pemerintah).

Penyesuaian jadwal kegiatan operasional ini dihasilkan setelah memperhatikan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat dalam memitigasi penyebaran COVID-19. Serta mempertimbangkan hasil koordinasi dengan, antara lain Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan, dan penyelenggara jasa sistem pembayaran.

“Adapun pelaksanaan kegiatan operasional perbankan menjadi pertimbangan dan kewenangan masing-masing bank,” kata Onny, dalam keterangan resmi BI, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (25/3/2020).

BI sendiri akan terus melaukan koordinasi dan sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkai dalam menempuh langkah-langkah kolektif untuk melakukan pemantauan, asessmen, pencegahan dan mitigasi implikasi penyebaran Covid-19.

Itulah tadi informasi terbaru mengenai pasar saham yang terguncang sehingga jam perdagangan bursa dipangkas. Semoga rupiah bisa kembali menguat agar ekonomi indonesia kembali stabil.

Sekian artikel kali ini, semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu.

Sumber: CNBC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *