Tambah Bunga Simpanan Pemerintah

Tambah Bunga Simpanan Pemerintah

BI Akan Tambah Bunga Simpanan Pemerintah di Bank Sentral

BI Akan Tambah Bunga Simpanan Pemerintah di Bank Sentral – Bank Indonesia (BI) akan memberikan tambahan bunga atas simpanan pemerintah yang ditempatkan pada rekening kas umum negara di bank sentral. Langkah ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam pembiayaan penanganan dampak pandemi virus corona.

“Kami negosiasi dengan Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Daftar Tembak Ikan Joker123 siap meningkatkan remunerasi tersebut sebagai wujud burden sharing (berbagi beban),” ujar Gubernur BI Perry Wardjiyo dalam media briefing, Kamis.

Bank Indonesia (BI) mengungkap alasan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) bisa terjaga rendah. Tahun ini, bank sentral memprediksi CAD bisa terus ditekan ke bawah 2 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Prakiraan tersebut, kata Gubernur BI Perry Warjiyo, telah mempertimbangkan terjaganya CAD kuartal I 2020 yang hanya menyentuh US$3,9 miliar. Nilai itu setara 1,42 persen dari PDB.

“Ini mengonfirmasi defisit (kuartal pertama 2020) yang lebih rendah dari 1,5 persen dari PDB. Dari perkiraan kami defisit transaksi berjalan tetap terkendali di bawah 2 persen dari PDB,” ucap Perry dalam video conference, Kamis.

Menurut Perry, faktor pertama yang menyebabkan terkendalinya defisit pada kuartal pertama 2020 adalah rendahnya defisit neraca perdagangan.

Dalam wawancara terpisah, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menambahkan posisi simpanan pemerintah di bank sentral berubah-ubah. Namun, ia tak menyebutkan posisi simpanan terakhir rekening tersebut.

Faktor ketiga adalah lebih rendahnya pendapatan

Meski ekspor tercatat US$41,7 miliar atau hanya naik tipis dari posisi 2019 yang sebesar US$41,2 miliar, impor pada kuartal pertama anjlok ke angka US$31,73 miliar.

Di samping neraca perdagangan, faktor kedua adalah rendahnya defisit transaksi berjalan juga dipengaruhi oleh realisasi defisit neraca jasa. Perry bilang, hal ini disebabkan dampak pandemi covid-19 ke sektor pariwisata.

Imbasnya, devisa yang masuk maupun keluar dari pariwisata berkurang karena pembatasan di berbagai negara dan Indonesia.

Terakhir, ia mencatat ada sumbangsih dari rendahnya pembayaran bunga dari Surat Berharga Negara (SBN) akibat terjadinya arus modal keluar (capital outflow).

“Faktor ketiga adalah lebih rendahnya pendapatan primer termasuk di dalamnya adalah pembayaran bunga berkaitan dengan penurunan SBN yang dimiliki oleh investor asing,” pungkas Perry.

“Rekening pemerintah tidak hanya di BI, ada juga di bank umum. Kalau pemerintah baru jual obligasi (bond) uangnya kan ditampung dulu di Bank Indonesia. Kalau dalam rupiah ditempatkan di rekening rupiah, kalau valas di rekening valas,” ujar Onny, Jumat.

Perry mengungkapkan, remunerasi bunga simpanan pemerintah itu dikaji untuk naik menjadi 80 persen dari suku bunga acuan BI per tahun.

Besaran itu meningkat dari sebelumnya, 65 persen dari suku bunga acuan BI per tahun yang diatur dalam Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Nomor 17/KMK.05/2009 dan Nomor 11/3/KEP.GBI/2009.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *