Tenang Berinvestasi Saat Pasar Bergejolak akibat Virus Corona

Tenang Berinvestasi Saat Pasar Bergejolak akibat Virus Corona

Tenang Berinvestasi Saat Pasar Bergejolak akibat Virus Corona

Tenang Berinvestasi Saat Pasar Bergejolak akibat Virus Corona,- Pasar saham dan pasar keuangan cenderung bergejolak dalam sepekan terakhir akibat penyebaran virus corona yang pesat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot secara dramatis, hingga perdagangan di lantai bursa sempat beberapa kali dihentikan sementara. Begitu pula nilai tukar rupiah yang terus melemah.

Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, tak mengherankan bila banyak investor, khususnya investor baru, merasa khawatir dan cemas. Bagaimana tidak, indeks saham yang anjlok bisa menggerogoti investasi.

Namun demikian, perlu diingat bahwa badai pasti berlalu. Oleh karena itu, di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian ini, ada baiknya menilik kembali investasi Anda. menurut Steve Brice, chief investment strategist di Standard Chartered Private Bank, banyak pelaku pasar sudah melakukan price in terkait adanya risiko resesi akibat virus corona.

Namun, kondisi ini dapat memberikan kesempatan bagi investor untuk menambah eksposur investasinya, ketimbang panik dan melakukan aksi jual. Brice menyebut, penting bagi investor untuk mengingat bahwa prinsip investasi paling dasar adalah lakukan secara gradual dan diversifikasi.

“Volatilitas pasar adalah sesuatu yang harus dipersiapkan oleh investor, meskipun volatilitas baru-baru ini cukup ekstrim. Mulailah dengan jumlah kecil dan pastikan Anda melakukan diversifikasi di kelas-kelas aset utama (saham, obligasi, uang tunai, dan emas), serta sektor-sektor utama,” ungkap Brice.

Sementara itu, Lorna Tan, kepala literasi perencanaan keuangan di DBS Singapura menuturkan, periode volatilitas menjadi waktu yang tepat untuk masuk ke pasar saham dan mengukur toleransi risiko investor.

Tan pun menyarankan Anda melakukan 4 hal ini agar tetap tenang berinvestasi di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

1. Berinvestasi untuk jangka panjang

Pastikan Anda memiliki simpanan uang tunai setara tiga hingga enam bulan gaji untuk kondisi darurat. Pasalnya, uang yang Anda investasikan di pasar saham harus ‘dikunci’ untuk jangka panjang.

Baca juga: Virus Corona Ancam Ekonomi, Ini Instrumen Investasi yang Patut Dilirik

2. Tambah investasi secara gradual

Investasikan sejumlah uang secara teratur di produk investasi yang sama dalam jangka waktu yang panjang. Ini memungkinkan Anda membeli lebih banyak unit ketika harga rendah dan membeli lebih sedikit ketika harga tinggi.

3. Manfaatkan bunga

Waktu di pasar lebih penting daripada menentukan waktu pasar. Raup pendapatan dari bunga yang Anda terima dengan tetap berpegang pada rencana investasi yang disiplin.

4. Diversifikasi

Pertimbangkan instrumen investasi berbiaya rendah dan dikelola secara pasif, misalnya adalah reksa dana. Instrumen investasi ini memberikan Anda eksposur terhadap beragam saham maupun obligasi.

Bagaimana kondisi ke depannya?

Sebagian besar pakar keuangan meyakini perbaikan kondisi ekonomi dan pasar akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. “Sejarah telah membuktikan bahwa pasar akan kembali menguat seiring berjalannya waktu,” terang Tan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *